Sejarah

Berdirinya Program Desain Fashion & Tekstil UK. Petra tidak terlepas dari adanya peluang dan masalah yang ada di industri fashion Indonesia. Pemerintah melalui Bekraf mendorong pertumbuhan industri fashion karena menjadi penyumbang PDB 18,15% (Rp.166 triliun), kedua tertinggi setelah kuliner (Rp 382 triliun) dari 16 sub sektor industri kreatif. Namun saat ini belum banyak tersedia SDM yang memiliki kemampuan akademis sekaligus profesional karena terbatasnya lembaga pendidikan fashion jika dibanding kebutuhan industri fashion sendiri.

Peluang ini dilihat sebagai sebuah kesempatan yang baik dan wujud nyata dari UK. Petra untuk mendukung fashion sebagai salah satu penyokong industri kreatif di Indonesia.

Desain Fashion dan Tekstil  (DFT) UK. Petra hadir untuk meresponi kebutuhan industri Fashion dan Tekstil di Indonesia karena melihat besarnya peluang profesi dan usaha di masa depan. Saat ini belum banyak tersedia  SDM yang memiliki kemampuan akademis sekaligus profesional karena terbatasnya lembaga pendidikan fashion dibanding kebutuhan pasar.

Penekanan keahlian lulusan DFT UK. Petra berada pada kemampuan visual branding, marketing communication dan sustainability dalam fashion. Dan, terutama keterampilan serta pengetahuan akan perancangan inovasi produk fashion yang paling fundamental hingga proses produksi dan pengembangan material tekstil yang didukung oleh creative marketing.